28/07/15

H A N T U


Hola good people salam hangat dari lelaki yang juga selalu hangat menyapa. Asik.

Langsung aja kali ya. Ada cerita yang menarik sewaktu lebaran kemarin. Tapi ini bukan tentang suasana lebarannya guys seperti, lontong sayur, ketupat, kue nastar, salju atau sejenisnya. Ini tentang sesuatu yang membaut saya terkejut ketika mendengarnya. Sebenarnya gak begitu heboh-heboh banget sih, tapi ini menjadi hal unik dan menarik menurut saya. Sayang kalau ngak dibagi.

Nah,  nge-baca judul diatas pasti kawan-kawan semua uda pada ngak asing lagi kan ya. Dengan kata yang satu ini, yup "HANTU". Adalah sesuatu yang sampai dengan saat ini hampir dipercayai oleh penduduk di Indonesia bahkan dunia. Meski berdasarkan beberapa kepercayaan, sebenarnya hantu itu tidak ada. Seperti dalam Islam misalnya, tidak ada kata Hantu dalam kamus Islam, yang ada hanyalah Jin.

Menurut om Wiki, secara umum hantu itu merujuk kepada roh atau arwah yang meninggalkan badan karena kematian.Sedang menurut KBBI, hantu adalah roh jahat yang dianggap terdapat di tempat-tempat tertentu. Eits.. bukan ini yang akan kita bahas.

Hal menarik itu adalah ketika sesuatu yang kita anggap biasa ternyata menjadi sesuatu yang tidak biasa lagi bagi sebagian orang, malah bahkan dihindari. Seperti pedagang keliling yang menjual barang-barang rumah tangga, mainan anak-anak dan barnag-barang lainnya ini. Atau yang lebih kita kenal dengan sebutan "SERBU" padagang yang menjajakan barang dagangan dengan harga serba seribu atau serba limaribu atau lebih.

Ini dia guys, yang membuat saya terheran-heran. Ternyata Serbu yang sewaktu kecil selalu kita damba-dambakan untuk lewat didepan rumah ini,  ternyata adalah momok bagi Ibu-ibu. Inilah "HANTU" bagi para orang tua, khususnya Ibu rumah tangga. Hmmm,.. bagaimana bisa ya??

Ini percakapan singkat dalam bahasa Jawa kasar waktu itu. Semoga mengerti, kalau gak ngerti baca aja footnote nya dibawah. hehe

"eneng opo wak, kok tiba-tiba melebu" tanya saya heran
"uwes lungo kan" sahutnya
"opone" 
"iku, medi"
"medi opo, siang bolong kok eneng medi" menggerutkan dahi
"serbu loh" jawabnya yang masih berada di depan pindu
"oalah wak, tak kira opo. Uwes wak, wes jaoh" 
"syukor" sahutnya lega


Hantu yang satu ini adalah hal menarik yang saya sebutkan good people. Ketika hari raya ke-2 saya berada di rumah famili untuk bersilaturahmi. Dari kejauhan tampak pedagang keliling (serbu) memasuki jalan rumah saudara saya ini. Tiba-tiba saja, uwak saya menggedong anaknya yang berusia 3 tahun masuk kedalam rumah dengan terburu-terburu. Saya pun terkejut. Padagang serbu itu pun melewati rumahnya tanpa ada yang membeli. Tidak lama setelah padagang itu lewat, dengan menggendong anaknya kembali ia keluar rumah.Sambil bercerita panjang dikali lebar si Uwak bercerita tentang si Hantu. Fhuuu...

Yup, ternyata si uwak melarikan diri dari pedagang keliling itu. Karena takut anaknya akan merengek dan menagis meronta minta dibelikan maianan dari si Serbu. Aya,aya wae.

Satu lagi kita temukan defenisi Hantu yang baru dan tentu menarik.  Kalau tadi kita uda ngeliat defenisi Hantu dari beberapa sumber, yang menyatakan bahwa hantu adalah ini dan itu. Bagi beberapa Ibu-ibu, Emak, Bunda, Umi, Ambu ternyata...

 Hantu adalah penjual/pedagang keliling yang mejajakan barang mainan untuk anak-anak ketika pagi, siang atau pun sore hari. 

Penjual Maianan Keliling, Photo by: Motzter





Note:
eneng : ada
opo : apa
melebu : masuk
uwes : uda
lungo : pergi
opone: apanya
iku: itu
medi: hantu


0 komentar:

Posting Komentar

 

Statistik

Google+ Followers

Blog M

BLOGger Medan